Analisa Usaha Kebab dan Peluangnya

with 1 Comment

Analisa Usaha Kebab dan Peluangnya

Kebab adalah makanan yang berasal dari Turki. Makanan tersebut menjadi populer di Indonesia karena merupakan jenis makanan yang cepat saji, namun memiliki kandungan nutrisi yang cukup tinggi sehingga ketika memakannya muncul rasa kenyang. Meski cepat saji, makanan ini tidak perlu dihindari orang yang memiliki kolesterol tinggi, karena tidak dimasak dengan digoreng tetapi dipanggang. Tak hanya itu, kepopuleran kebab juga didukung karena makanan tersebut sangat mudah dimakan, menu yang cocok untuk snack time atau bahkan makan siang, ketika anda sedang berada di luar rumah. Animo masyarakat mengenai kebab biasanya bermula dari rasa penasaran, banyak usaha kebab yang sukses karena dengan memanfaatkan rasa penasaran ini, mengait hati pelanggan dan membuat pelanggan tetap meski kebab adalah bukan tipe makanan yang disukai semua orang.

Kebab yang di daerah asalnya disebut shawarma, memiliki daya saing yang cukup tinggi dibandingkan dengan burger, hot dog, pizza dan makanan populer sejenisnya. Kebab selain populer di Indonesia pun populer di seluruh dunia. Di Amerika, Inggris dan beberapa negara maju lainnya, kebab adalah makanan yang cukup disukai penggemarnya. Bahkan di Jerman, anda akan dengan mudah menemui Kebab Haus yang menjual makanan khas timur tengah ini.

Makanan yang terdiri dari daging panggang dan sayuran yang diberi saus dan dibalut dalam roti tortilla, sukses menarik masyarakat di Indonesia. Rasa gurih, asin, asam, dan pedas merupakan gabungan rasa yang menarik lidah orang Indonesia. Apalagi sekarang, ketika kebab sudah menjadi salah satu objek kuliner di Indonesia banyak orang yang berhasil menyesuaikan kebab dengan lidah Indonesia. Kebab juga mudah dibuat, dan tidak perlu pengetahuan khusus untuk menyajikannya, oleh karena itu, kebab adalah salah satu makanan yang potensi penjualannya cukup besar.

Peluang Usaha Kebab

Mengapa usaha kebab memiliki peluang yang besar? Karena kebab adalah salah satu bisnis yang banyak dijual dalam bentuk franchise. Pengusaha tingkat kecil dan menengah bisa dengan mudah memulai bisnis dengan barang dagang berupa kebab. Karena konsep bisnis yang merupakan franchise, pengusaha sudah diuntungkan. Selain harga, kebab yang dijual sudah disebarluaskan sehingga banyak orang sudah tahu. Tidak perlu biaya terlalu besar untuk promosi.

Kebab juga bisa dijual dengan aneka ukuran. Artinya, anda bisa menjangkau lebih banyak lapisan masyarakat. Ukuran kebab dengan mudah bisa disesuaikan dan dibuat dalam ukuran yang lebih kecil. Karena itu, tidak hanya orang dewasa saja yang mampu membelinya. Anak-anak yang uang jajannya terbatas bisa menjangkau kebab ukuran kecil tersebut.

Kebab juga merupakan makanan yang bisa dimakan dalam berbagai situasi. Packagingnya membuatnya mudah dimakan, rasanya juga tidak terlalu berlebihan untuk digunakan dalam situasi tertentu, dan tentunya kebab mengenyangkan. Akan ada banyak kesempatan untuk menjual kebab di berbagai macam event olahraga, event kesenian, pernikahan, pesta ulang tahun, arisan, dan banyak acara-acara lainnya. Karena itu, omzet penjualan kebab pun merupakan salah satu yang mudah meningkat.

Hal yang paling penting, kebab adalah makanan yang tidak mematikan inovasi. Ada berbagai kesempatan untuk mengubah cita rasa kebab. Anda bisa memberinya sentuhan yang lebih ke-Indonesia-an atau cita rasa dari tempat lain karena kebab merupakan makanan yang bahannya fleksibel, daging, sayuran, dan sausnya bisa anda sesuaikan dengan mudah. Dengan begini, menarik pelanggan yang punya permintaan khusus bukan masalah.

Analisa Usaha Kebab

Dengan asumsi anda menjual 20 kebab per hari dengan harga Rp 8.000-12.000 dan membuka sebuah kedai kecil. Anda akan memiliki usaha dengan skema bulanan sebagai berikut

Investasi

Kompor dan gas

Grill

Wajan dan panci

Tupperware

Kitchenware

Peralatan makan

Meja dan kursi

Rp 1.700.000

Rp 200.000

Rp 200.000

Rp 150.000

Rp 200.000

Rp 250.000

Rp 200.000

Rp 500.000

Penerimaan

Penjualan rata-rata per hari (Rp 10.000)

Penjualan rata-rata per bulan

 

Rp 250.000

Rp 7.000.000

Pengeluaran

Bahan baku dan pendukung

Operasional (termasuk gaji 1 karyawan)

Sewa tempat

Penyusutan (2% investasi)

Rp 6.100.000

Rp 4.000.000

Rp 1.600.000

Rp 500.000

 (Bukan pengeluaran uang)Rp 34.000

Keuntungan

Rp 900.000

Break event point

2 bulan

One Response

  1. ibnu hajar
    | Reply

    selamat malam
    perkenalkan nama saya ibnu hajar, saya tinggal di kabupaten dompu NTB
    setelah saya baca artikel usaha kebab, saya tertarik dengan usaha ini.
    saya ingin menanyakan seputar usaha ini:

    1. untuk adonan nya di mana saya harus dapatkan.
    2. apakah ada training untuk pembuatan adonan nya
    3. bagai mana sistem kerja sama nya

    terima kasih
    mohon info nya atau hubungi di nomor saya 08175726774

Leave a Reply